Ujian Nasional atau Uji Nyali ?

polemik ujian nasional sangat sering dibicarakan di beberapa media nasional. beberapa aktivis pendidikan mulai menyuarakkan pendapat mereka. ada sebagian dari mereka menolak adanya Ujian nasional tak hanya itu sebagian juga mendukung Ujian nasional.

kata-kata tidak setuju berbunyi :
beberapa aktivis pendidikan menyorot mengenai pendidikan itu bukan sebuah penilaian hasil dari sebuah belajar mengajar di kelas dan di uji dengan materi soal yang dikemas dengan kontruksi yang mencekam. pendidikan yang baik itu bukan bearti bisa menjawab soal matematika dengan benar, bukan juga bearti bisa menjawab soal fisika dengan tepat. jauh dari itu. kreativitas, kedisplinan dan integritas pelajar juga menjadi sasaran penting. dengan adanya ujian nasional yang dikemas mencekam bagi pelajar indonesia sehingga membuat kreativitas dan mental pelajar indonesia terkontaminasi. pelajar hanya memikirkan materi pelajaran itu sebatas cangkupan ujian nasional dan belajar yang itu-itu saja. guru pun ikut-ikutan dengan mengajarkan materi yang itu-itu saja yang berlandaskan ujian nasional sehingga membatasi peran guru sebagai pendidik. dengan adanya pelaksanaan ujian nasional mental pelajar di indonesia dirusak. wajar negara ini selalu menghasilkan generasi-generasi KKN. bagaimana tidak akibat begitu mencekamnya ujian nasional sehingga guru takut akan muridnya mengalami kegagalan. mereka berusaha mendapatkan kunci jawaban dan membaginya kepada siswa. dan bahkan di beberapa daerah terjadi kebocoran soal secara sistemik dan berjamaah. karena pemerintah sebagai penyerenggara juga tidak ingin pelajar di daerahnya dikenal sebagai daerah yang memiliki kualitas pendidikan yang rendah. memang negara sudah melenceng jauh dari sebuah kata "integritas". dan elajar indonesia pun menjadi ajang percobaan sebuah kebijakan. wahai pemerintah tahukah anda, anda telah mencoba pada satu generasi, generasi yang bakal menggantikan kalian. dan sejak dini kalian telah menyuntikan sifat tidak jujur. wajar kasus-kasus korupsi di Indonesia tidak akan pernah habis.

kata-kata setuju ujian nasional :
Ujian nasional itu tidak asing lagi bagi rakyat indonesia. tak elak semenjak tahun 70an Ujian nasional telah ada hanya asaja namanya berbeda yaitu ujian negara. ada perubahan kebijakan mengenai hal itu untuk tahun-tahun selanjutnya. ujian nasional tidak lagi dilaksanakan sekitar 20 tahun. beberapa tokoh di pemerintah mulai mengambil inisiatif untuk mengetahui kualitas pendidikan di indonesia dengan diadakannya ebtanas. ini brtujuan untuk mengetahui hasil dari sistem pendidikan dengan tanpa ujian nasional selama 20 tahun itu. ebtanas memberikan hasil yang menunjukan kualitas pendidikan di indonesia merosot jauh selama 20 tahun. dengan kecilnya tingkat kelulusan siswa pada saat itu membuat pemerintah mulai memikirkan standarisasi pendidikan. sehingga setiap tahun pemerintah mengetahui tingkat kualitas pendidikan. dan juga untuk memberikan evaluasi terhadap satuan pendidikan khusunya pelajar mengenai materi yang telah mereka pelajari. sehingga mereka tahu bahwa "ini" yang mesti mereka ketahui dengan level pendidikannya. ini juga memberikan pemerataan pendidikan bagi seluruh wilayah indonesia. dengan adanya ujian nasional juga pelajar juga dituntut untuk belajar dan mengenal arti kerja keras. karena karakter orang indonesia itu sepertinya harus dipaksa. terbukti setelah tahun 70an dengan tanpa diadakan ujian nasional kualitas indonesia merosot drastis dan ketinggalan jauh dengan negara tetangga malaysia. negara ini harus memiliki standar untuk pendidikan dan itu ditunjukan oleh Ujian nasional. kenapa pelaksanaan ujian nasional dikawal dengan polisi ? yah karena pemerintah tahu bakal terjadi kecurangan-kecurangan di berbagai daerah. 

Pendapat saya :
Ujian nasional tetap harus ada tetapi bukan sebagai penentu kelulusan siswa. karena kreativitas seseorang itu berbeda-beda. tidak mungkin ikan kita tes untuk terbang, dan tidak mungkin kita tes cacing untuk melompat. tetapi saja pemerintah harus memikirkan ujian nasional menjadi motivasi mereka untuk menunjukan pada negaranya bahwa mereka "bisa". dengan cara memberikan peringkat hasil ujian nasional. dan yang peringkat atas diberikan beasiswa full untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. sehingga siswa-siswa di indonesia berusaha semaksimal mungkin berkompetisi. dan iklim pendidikan yang seperti inilah yang baik. berkompetisi !!!! itu....


Komentar

  1. Rasanya, asal kejujuran dan niat sungguh-sungguh belajar itu ada, UN bukan momok :D *keinget jaman SMA hahaha

    BalasHapus
  2. hahahaha rasanya manis asem asin rame rasanya..

    BalasHapus

Posting Komentar